Berita CIC

Fenomena Jemput Paksa Jenazah Terkait Corona, Kapolri Terbitkan Telegram

Di tengah upaya penanganan dan penangulangan virus corona (Covid-19), di Indonesia setidaknya dalam sepekan terakhir diramaikan fenomena jemput paksa jenazah terkait virus tersebut di sejumlah daerah.

Bermula dari rekaman gambar yang viral dan beredar di media sosial misalnya di RS Dadi Makassar pada 3 Juni lalu. Polisi pun membuka menyelidikan karena menggangap peristiwa tersebut  dapat menjadi kasus pidana.

Kemudian, kasus jemput paksa jenazah terkait Covid-19 juga terjadi di salah satu RS rujukan corona di Bekasi Timur, kota Bekasi. Jenazah tersebut diketahui berasal dari Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.

Lalu, di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan terjadi peristiwa jatuhnya jenazah hingga keluar dari peti pada proses pemakaman menggunakan protokol Covid-19.

Di Surabaya, Jawa Timur, pun sempat terjadi kejadian serupa. Pasien kecelakaan lalu lintas dalam pemeriksaannya dilabeli status PDP dan kemudian jenazahnya dibawa rekannya dari RSUD Dr Soetomo untuk dimakamkan tanpa protokol Covid-19 di lahan keluarga.

Kapolri Jenderal Idham Azis menerbitkan surat telegram terkait viralnya video jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 yang dijemput paksa oleh warga. Polri meminta anggotanya mendorong pihak rumah sakit agar segera melakukan tes swab pada pasien yang sudah dirujuk.

“Surat Telegram tersebut ditujukan kepada para Kasatgas, Kasubsatgas, Kaopsda, dan Kaopsres Opspus Aman Nusa II 2020 untuk berkoordinasi, bekerja sama, dan mendorong pihak rumah sakit rujukan COVID-19 untuk segera melaksanakan tes swab terhadap pasien yang dirujuk, terutama pasien yang sudah menunjukkan gejala COVID-19, memiliki riwayat penyakit kronis, atau dalam keadaan kritis,” kata Kabaharkam Polri Komjen Agus Andrianto dalam keterangan tertulis, Selasa (9/6/2020).

Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1618/VI/Ops.2/2020 ditandatangani atas nama Kapolri oleh Kabaharkam Polri, selaku Kepala Operasi Terpusat Kontijensi Aman Nusa II-Penanganan COVID-19 Tahun 2020 pada 5 Juni 2020. Surat Telegram tersebut juga memerintahkan untuk berkoordinasi dan bekerja sama dengan pihak rumah sakit rujukan COVID-19 untuk memastikan penyebab kematian setiap pasien.

Kategori:Berita CIC

Tagged as: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.