Bajak Sandera

Update Barang Bukti Pembuatan Dokumen Palsu yang Diungkap Tim Jogoboyo Ditreskrimum Polda Jatim

1cicwebPerkembangan sindikat pembuatan dokumen palsu yang berhasil diungkap Tim Jogoboyo Ditreskrimum Polda Jatim, Jumat (21/2/2020) berhasil menyita barang bukti lagi berupa diantaranya stempel.

Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pitra Andrias Ratulangie didampingi Kasubdit Jatanras Kompol Oki Ahadian P dan AKBP Sutrisno dari Bidang Humas Polda Jatim, menatakan, perkembangan tambahan barang bukti yang diamankan berupa 46 stempel KUA, 17 stempel Camat, 21 stempel Kades, 24 stempel Disnaker, 4 paspor asli dan produk yang dipalsukan KK, blangko kosongan KK dan akte kelahiran.

“ Dokumen palsu terkait dengan kependudukan ini bisa digunakan dan diantaranya paspor, KTP dan KTP termasuk bisa juga untuk manipulasi suara Pilkada 2020,” ujar Kombes Pitra.

Untuk diketahui, Ditreskrimum Polda Jatim membongkar sindikat pembuatan dokumen surat kependudukan palsu. Pelakunya pria berinisial AS (44) warga Blitar, Jawa Timur.

Praktik pemalsuan dikumen yang dijalankan pelaku sudah berlangsung kurun waktu 7 bulan. Selama itu pelaku ternyata mampu membuat hampir semua jenis surat-surat kependudukan.

Mulai dari Kartu Tanda Penduduk (KTK), Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, Surat Keterangan Domisili, bahkan Paspor.

Pelaku kerap melayani pembelian surat-surat palsu itu secara paketan. Per paket lengkap dihargai Rp 2 juta.

Dan pemesannya tak cuma di kawasan Jatim. Belakangan terungkap, pelaku juga menerima pesanan dari provinsi lain; Lampung, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Jabar, Jateng, dan kawasan lainnya.

Selama kurun waktu itu omset yang diraup pelaku nyaris mencapai satu miliar rupiah.

“Pelaku memalsukan dokumen dari level tingkat bawah dari desa, dari kelurahan,” ujar Ditreskrimum Polda Jatim Kombes Pitra Andrias Ratulangie didampingi Kasubdit Jatanras Kompol Oki Ahadian P.

Luki mengaku akan mengusut sindikat tersebut, dengan melibatkan sejumlah instansi terkait; pemerintah daerah, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Keimigrasian, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil).

Pasalnya, surat kependudukan palsu sangat rawan disalahgunakan dalam momentum pemilihan kepala daerah (Pildaka) Serentak pada 23 September 2020 mendatang.

“Tidak menutup kemungkinan modus pemalsuan dokumen ini akan menjadi marak, digunakan untuk kepentingan pencoblosan,” tandasnya.

Termasuk mengantisipasi, penyalahgunaan surat kependudukan oleh oknum kelompok teror tertentu yang berupaya merongrong keutuhan dan kedamaian Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Ini kami antisipasi juga, dimedia saat ini adanya (issu) pemulangan ISIS tidak menutup kemungkinan ini juga akan digunakan, karena ini untuk mengurus dokumen imigrasi juga,” terangnya.

Sementara itu, AS seraya meratapi kedua tangannya yang diborgol oleh petugas mengaku membuat surat palsu itu berdasarkan pesanan melalui pesan singkat WhatsApps (WA).

“Pertama ada yang pesan dan saya berinisiatif membuat. Saya buat, surat perekaman, akta kelahiran, KK, KTP,” ujar pria yang dicokok di Srengat, Blitar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.