Berita Polres

Tipu Korban Dengan Mengaku Jualan Masker, Seorang Wanita Ditangkap Satreskrim Trenggalek

penipuan trenggalekMerebaknya virus corona di sejumlah negara justru dimanfaatkan oleh seorang wanita asal Tulungagung untuk melakukan penipuan bermodus penjualan masker. Pelaku membawa kabur uang korban hingga belasan juta rupiah.

Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan tersangka Nur Lailiyah (25) menipu korbannya dengan menggunakan media sosial Facebook. Pelaku memanfaatkan tingginya kebutuhan masker di negara terdampak virus corona (COVID-2019).

“Modus yang digunakan tersangka ini dengan berpura-pura sebagai penjual atau penyedia masker yang memilki stok banyak. Namun pada kenyataannya dia tidak punya masker sama sekali,” kata AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, Senin (17/2/2020).

Untuk memuluskan aksi penipuannya, tersangka Nur memberikan harga murah Rp 60 ribu hingga Rp 65 ribu/boks. Bahkan tersangka Nur juga mengiming-imingi korban dengan tambahan masker satu boks untuk setiap pembelian 20 boks.

“Kemudian antara korban meminta pelaku untuk menyediakan 400 boks masker dan diberikan harga Rp 22,8 juta,” ujarnya.

Saat itu korban diminta pelaku untuk mentransfer Rp 11,4 juta ke rekeningnya sebagai uang muka. Namun setelah ditransfer, masker yang dipesan tidak kunjung dikirim.

Merasa menjadi korban penipuan, akhirnya korban melaporkan kejadian itu ke Polres Trenggalek. Tidak berselang lama polisi berhasil menangkap pelaku di salah satu hotel bersama salah satu rekannya.

“Tersangka mengakui perbuatannya. Uang hasil penipuan itu digunakan untuk menyewa hotel dan dibelikan HP. Sedangkan sisanya masih Rp 8,9 juta,” jelasnya.

“Tersangka mengakui perbuatannya. Uang hasil penipuan itu digunakan untuk menyewa hotel dan dibelikan HP. Sedangkan sisanya masih Rp 8,9 juta,” jelasnya.

Sementara itu pelaku Nur Lailiyah mengaku sengaja melakukan aksi penipuan dengan memanfaatkan banyaknya kebutuhan masker.

Akibat perbuatannya, kini tersangka harus mendekam di Tahanan Polres Trenggalek dan dijerat pasal 45A Undang-undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.