Berita Polres

Ngaku Polisi Dan Peras Wanita, Dua Orang Diringkus Satreskrim Gresik

pemerasan gresikSatreskrim Gresik meringkus dua pelaku pemerasan yang mengaku sebagai polisi. Kedua pelaku beraksi di Jalan Dusun Gantang, Desa Boboh, Menganti, Gresik.

Kedua pelaku yakni Agus Widodo (45) warga Banyu Urip, Sawahan, Surabaya dan Muhrizal (53) warga Manukan Wetan, Tandes, Surabaya. Mereka diringkus petugas pada Minggu (8/12).

Kedua pelaku melakukan percobaan penyekapan dan pemerasan kepada korban bernama Tri Kurniawati (38) warga Menganti, Gresik. Saat itu, korban ditakut-takuti pelaku karena menjual obat tanpa memiliki izin edar.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (8/12) sekitar pukul 16.00 WIB. Korban dimasukkan ke mobil Xenia bernopol palsu L 1260 IP oleh kedua pelaku. Kemudian pelaku melajukan mobil ke arah Surabaya. Di dalam mobil kedua pelaku melancarkan aksinya. Korban dituduh kedua pelaku menjual obat ponstan yang tidak memiliki izin edar. Korban yang ketakutan dimintai uang damai jika tidak ingin dibawa ke kantor Polisi.

“Kedua pelaku mengaku sebagai anggota Polda, setelah di dalam mobil korban dimintai uang oleh kedua pelaku. Awalnya Rp 20 juta, jika tidak korban akan dibawa ke Polda,” kata Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo di Mapolres Gresik, Kamis (12/12/2019).

Namun saat itu korban mengaku, di dalam dompetnya hanya ada uang Rp 2 juta. “Saat itu, korban meminta untuk menghubungi suaminya untuk meminta sejumlah uang tebusan yang diinginkan oleh pelaku,” imbuh Kapolres.

Beruntung, saat korban dibawa masuk oleh kedua pelaku ke dalam mobil, kejadian itu diketahui oleh anak korban. Selanjutnya, anak korban melapor ke Polsek Menganti dan dilakukan pengejaran.

“Saat itu, anak korban mengetahui plat nomor kendaraan pelaku dan melaporkan kepada pihak kepolisian. Kemudian anggota Resmob Polres Gresik melakukan pengejaran dan penyisiran. Setelah mengetahui mobil pelaku langsung dipotong di tengah jalan dan langsung ditangkap. Korban pun terselamatkan,” paparnya.

Atas kejahatan kedua pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti uang Rp 2 juta milik korban, satu unit mobil Daihatsu Xenia dan nopol palsu L 1260 IP.

“Atas kejahatan tersangka dikenakan Pasal 368 ayat 1 jo 53, Pasal 333 ayat 1 dan 335 ayat 1 KUHPidana tentang merampas kemerdekaan, pemerasan dan perbuatan tidak menyenangkan,” pungkas AKBP Kusworo.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.