Berita CIC

Komplotan Curanmor Digulung Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, Gunakan Modus Baru Gunakan GPS

cicweb1Tim Jatanras Ditreskirmum Polda Jatim membekuk sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang memanfaatkan perangkat Global Positioning System (GPS). Hal ini merupakan modus baru dalam kasus curanmor.

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan memaparkan,

“ Para pelaku awalnya menyewa mobil rental. Lalu, pada mobil tersebut ditambahkan seperangkat GPS,” kata Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan didampingi Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Gidion Arif Setyawan didampingi Kasubdit Jatanras AKBP Leonard M Sinambela, Selasa (24/9/2019).

Komplotan curanmor yang menggunakan GPS, pelaku menyewa kendaraan selama 1 hari, lalu membawa GPS. GPS tersebut memang sengaja ditinggal agar pelaku bisa memantau kemana mobil tersebut pergi. Jika dirasa lokasi mobil aman dan sepi, pelaku langsung melancarkan aksinya. Selain itu, saat menyewa kendaraan, pelaku biasanya melakukan duplikasi kunci.

Saat mengembalikan kendaraan sewaan lalu GPSnya tetap ditinggal di dalam mobil atau tersimpan di kendaraan. “Jadi pelaku bisa memantau kendaraan itu,” lanjutnya.

Hal itu merupakan modus baru yang ditemukan di Jawa Timur. Untuk itu, disarankan kepada masyarakat yang memiliki bisnis rental mobil agar mengecek kembali kendaraannya usai disewa orang lain.

“Kayaknya di Jatim masih baru dan TKPnya di Banyuwangi, tertangkap di Malang. Ini tidak menutup kemungkinan di wilayah lain. Para penyewa kendaraan, habis disewa dicek lagi jangan sampai ada GPS yang disembunyikan di tempat tersembunyi,” sarannya.

Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Gidion Arif Setyawan mengatakan, pihaknya telah menangkap enam pelaku yang terbagi dari tiga komplotan. Penangkapan ini dilakukan kurang dari 24 jam sejak kemarin.

Selain menangkap pelaku, Gidion juga menangkap penadah gadai yang juga membuat STNK palsu.

Keenam tersangka yakni Slamet (40) warga Desa Lempeni, Tempeh, Lumajang; Muhammad Husni (33) warga Jatirejo, Kunir, Lumajang; Muntai (40), warga Kaliwungu, Tempeh, Lumajang; Ahmad Muzayyin (58) warga Rogotrunan, Lumajang; Muhammad Nizar (43) warga Desa Gampang, Bangil, Pasuruan; dan Zulkifli (32) warga Banjar Anyar, Tabanan, Bali.

“Tersangka menerima gadai mobil tanpa dilengkapi surat kemudian dibuatkan STNK palsu dengan cara menggosok dengan alat silet nomor polisi yang tertera di STNK asli setelah itu ditempeli dengan nomor polisi baru,” ujarnya.

Tak hanya itu, Gideon mengatakan ada beberapa barang bukti yang diamankan. Mulai dari 11 unit mobil, beberapa lembar STNK palsu dan asli hingga perlengkapan untuk memalsukan STNK seperti silet, lem, gunting.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal tindak pidana Pencurian dengan pemberatan, yakni pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun. Sedangkan tindak pidana pemalsuan melanggar pasal 263 debgan hukuman penjara 6 tahun.

Tak hanya itu, pelaku juga terkena pidana penggelapan yang melanggar pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun. Terakhir, untuk penadah terkena pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama 4 tahum.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.