Berita Ditreskrimum

Residivis Pengganda Uang Diamankan Subdit Jatanras Polda Jatim

Manda Usman Ashari, pelaku pengganda uang yang ditangkap Unit Curanmor, Subdit Jatanras, Ditreskrimum, Polda Jatim tergolong residivis. Pasalnya, pada tahun 2016 pernah diproses oleh Polres Probolinggo Kota dalam kasus serupa.

“ Memang pelaku pengganda uang Itu residivis, karena pada tahun 2016 kasus serupa juga pernah dilakukan oleh pelaku Manda,” kata Kasubdit Jatanras Polda Jatim AKBP Leonard M Sinambela, Kamis (27/12/2018).

Anggota unit Curanmor, Jatanras, Ditreskrimum Polda Jatim, yang dipimpin Kompol James F Sampouw S Sos MH berhasil membekuk aksi tindak pidana penipuan yang dilakukan oleh paranormal, Manda Usman Ashari, warga Dusun Krajan, Kuripan, Kabupaten Probolinggo.

Untuk diketahui, bahwa Kasubdit Jatanras, Ditreskrimum, Polda Jatim, AKBP Leonard M Sinambela, Kamis (27/12/2018) mengatakan tentang kronologis diawali Rabu (5 /12/2018) lalu sekitar pukul 17.00 Wib telah dilakukan penangkapan terhadap pelaku dugaan tindak pidana penipuan yang dilakukan tersangka Manda, setelah mendapat informasi dari Siti, bahwa tersangka melakukan penipuan dengan modus bisa menggandakan uang hingga ratusan juta rupiah.

Kasus itu berawal sekitar bulan November 2018, Manda mendatangi rumah Siti di Jl. Blok Tanjung Kelurahan Kademangan, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Selanjutnya Manda mempraktekkan dengan cara merubah kertas atau daun bisa berubah menjadi uang dan memperlihatkan 1 kardus berisi uang gaib kepada Septian Velani dan Siti Ruqoyyah, sehingga ketiga orang tersebut terperdaya sampai menyerahkan sejumlah uang kepada Manda mencapai Rp 21.700.000. Dan akan dijanjikan berlipat ganda menjadi ratusan juta rupiah, namun kenyataannya uang gaib tersebut adalah kertas.

Pada November 2018, MandaUsman Ashari mendatangi ke rumah korban. Pada saat itu Manda bertemu dengan laki laki bernama Septian Velani dan membahas tentang korban dalam permasalahan hutang di Bank. Selanjutnya Manda meminta uang sejumlah Rp. 4 juta untuk membeli bunga dan minyak, karena dengan membeli minyak dan bunga, Manda bisa merubah kertas menjadi uang.

Hal ini membuat korban tertarik modus yang dilakukan Manda, maka korban memberikan uang kepada Manda secara Tunai.

Bukan Cuma itu saja, tapi Manda sering meminta uang kepada korban dan berbagai macam keperluan, sehingga total uang yang diminta oleh Manda untuk pencairan dana senilai Rp. 810 juta. Dan Rp. 21.700.000, yang awalnya korban tidak curiga dengan perbuatan yang dilakukan tersangka Manda, karena sebelum korban memberikan uang sampai senilai Rp 21.700.000, Manda memeragakan atau praktek didepan korban dengan cara merubah daun Srikaya menjadi uang Rp. 50.000. Korban mulai merasa curiga, setelah Manda meminta uang terus menerus untuk pengambilan uang senilai Rp. 810.000.000.

Pada saat korban memberikan uang sejumlah Rp. 2.100.000, diperuntukkan keselamatan dan ditaruh diatas plafon, tetapi kenyataan pada saat korban membuka amplop tersebut berisikan kertas kosong

Barang Bukti yang diamankan: 2 (dua) kardus merk Teh Gelas berisi potongan kertas dan uang mainan,Handphone beserta Simcard , KTP, amplop warna putih berisi potongan kertas; buah botol plastik tempat minyak apel jin; buah tas; buku tabungan beserta kartu ATM; dompet warna hitam; silet; potong baju warna biru; SIM A dan SIM C.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.