Berita Polres

Tipu Guru, Polisi Gadungan Diamankan Polres Madiun

1Tak hanya gagal kawin, seorang PNS di Kabupaten Madiun juga kehilangan uang puluhan juta karena aksi seorang polisi gadungan.

Korban diketahui berinisial DA (44), seorang guru yang juga warga Desa Garon, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun. Korban melapor kepada polisi karena kehilangan uang Rp 84 juta yang diambil oleh kekasihnya sendiri.

“Jadi korban ini sangat ingin memiliki suami seorang polisi. Tapi justru tertipu oleh pelaku yang mengaku polisi, padahal bukan polisi,” terang Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono, Senin (26/11/2018).

Korban dan pelaku berkenalan sekitar bulan April 2016 saat pelaku dan korban minum kopi di warung depan sekolah tempat korban mengajar. Pelaku mengaku sebagai anggota Intel Pacitan bernama Yuda Fajar dan sedang mencari jodoh.

Dari perkenalan itu, komunikasi berlanjut dengan bertukar nomor WhatsApp. Bahkan tak butuh waktu lama, sore harinya pelaku langsung datang ke rumah korban dan mengaku akan menikahi korban di hadapan kedua orang tuanya

Dilanjutkan AKBP Ruruh, pelaku bernama Joshua (27), warga Desa Sirapan, Kecamatan/Kabupaten Madiun berhasil memperdayai korban dengan bujuk rayunya hingga korban menyerahkan ATM miliknya kepada pelaku.

“Kerugian korban mencapai Rp 84 juta karena ATM korban diserahkan ke pelaku. Bujuk rayu pelaku sangat meyakinkan korban,” ungkapnya.

Selang beberapa bulan, korban mulai curiga karena hasil print out rekeningnya menunjukkan bahwa uang di dalam rekening itu terus berkurang.

Dalam print out itu tercatat, pada bulan April 2016, pelaku mengambil uang dari ATM korban sebesar Rp 20.550.000, lalu pada bulan Mei 2016 sebesar Rp 44.000.000, dan pada bulan Juni 2016 terkuras Rp 11.698.000.

Tak hanya itu, kepada pelaku, korban juga memberikan uang tunai sebesar Rp 9.000.000. Pelaku pun meminjam laptop korban seharga Rp 6 juta dengan alasan untuk diperbaiki, namun tak pernah kembali

Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Logos Bintoro mengungkapkan, pelaku nekat memperdayai korban karena kebutuhan hidup. Namun di hadapan korban, pelaku yang berprofesi sebagai sopir itu memakai uang korban dengan alasan untuk membiayai kuliahnya.

“Alasan pelaku untuk biaya hidup serta untuk biaya kuliah katanya,” ujar Logos.

Ironisnya, Logos juga mengungkapkan bahwa DA hanyalah satu dari tiga korban pelaku. Namun baru DA dan satu korban lagi yang melapor kepada polisi.

Pelaku pun dikenakan pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Kategori:Berita Polres, Madiun

Tagged as: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.