Berita Polres

Setubuhi Pelajar SMP, Satu Dari 4 Pelaku Berhasil Ditangkap Polres Jombang

Untitled-1Disetubuhi empat pemuda, siswi kelas VII SMP malu melanjutkan pendidikannya. Gadis berusia 14 tahun ini rela melepas kegadisannya hanya karena tak rela jika hubungan asmaranya diputuskan tersangka.

Keempat tersangka persetubuhan anak di bawah umur tersebut adalah Achmad Iswanto (25), warga Kecamatan Mojowarno, PO (21), warga Kecamatan Ngoro, Jombang serta A (17) dan A (17), warga Kecamatan Mojowarno.

“Dari empat tersangka, baru Iswanto yang berhasil kami tangkap. Tiga tersangka lainnya masih buron,” kata Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Gatot Setyo Budi, Selasa (17/7/2018).

Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Jombang Iptu Dwi Retno Suharti menjelaskan, korban dengan tersangka Iswanto tinggal satu kampung di Kecamatan Mojowarno. Keduanya menjalin hubungan asmara.

“Tersangka juga mengancam akan memutuskan hubungannya dengan korban. Sehingga korban mau menuruti kemauan tersangka,” ujarnya.

Tak hanya sekali, lanjut Retno, Iswanto ternyata menyetubuhi korban hingga 4 kali. Antara lain di rumah teman tersangka di Kecamatan Jogoroto, Jombang, di rumah teman satu kampung tersangka, di rumah kosong bekas pabrik tahu di Kecamatan Mojowarno, serta di rumah tersangka sendiri.

“Persetubuhan itu dilakukan tersangka mulai Januari hingga Maret 2018,” ungkapnya.

Kendati begitu, kata Retno, kasus ini justru terbongkar akibat ulah tersangka A. Remaja 17 tahun itu nekat membawa lari korban selama satu malam. Hal itu memantik emosi kedua orang tua korban.

“Korban dijemput tersangka A dari sekolahnya. Dibawa lari selama satu hari. Kemudian korban dipulangkan ke rumah neneknya. Dari situ korban mengaku kepada orang tuanya kalau disetubuhi A selama dibawa lari,” jelasnya.

Tak hanya itu, kepada orang tuanya korban juga mengaku disetubuhi Iswanto, PO dan A. Hanya saja persetubuhan itu dilakukan di tempat dan waktu yang berbeda.

Orang tua korban yang geram pun melaporkan kasus ini ke Polres Jombang. Namun, perburuan polisi sampai saat ini baru meringkus tersangka Iswanto.

Akibat perbuatan para tersangka, kini korban enggan melanjutkan pendidikannya. Korban merasa malu dengan teman-temannya.

Akibat perbuatannya, Iswanto dijerat dengan Pasal 81 juncto Pasal 82 UU RI No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. “Ancaman pidananya maksimal 15 tahun penjara,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.