Berita Ditreskrimum

Kasus TPPU Dimas Kanjeng Libatkan 3 Tersangka

dimas-kanjeng-diperiksa-polda-jatim_20160928_192016Taat Pribadi, Vijay dan Suparman, ketiga orang ini ditetapkan sebagai tersangka oleh tim penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Timur terkait kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU).

4Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes RP Argo Yuwono, Selasa (22/11/2016) petang membenarkan keterlibatan mereka dalam kasus TPPU. Vijay dan Suparman sebagai pengikut Padepokan Dimas Kanjeng yang dipimpin Taat Pribadi.

Sebagaimana diketahui, bahwa Taat Pribadi, sekaligus pemilik Padepokan Dimas Kanjeng di probolinggo, Jawa Timur bakal lebih lama lagi hidup di balik terali jeruji besi. Begitu diduga sebagai aktor intelektual (otak) kasus pembunuhan dan penipuan, penyidik Ditreskrimum Polda Jatim, yang kini dijadikan tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Untuk kasus TPPU, penyidik sudah menguak dari mana dan kemana saja aliran uang yang diperoleh Taat Pribadi, yang konon mencapai triliunan rupiah. Karena pasca penangkapan Taat di Padepokannya di Dusun Sumber Cengkele, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur banyak disita aset yang disinyair dibeli dari hasil menipu dengan modus penggandaan uang.

Barang-barang yang disita yakni, bengkel, supermarket, gudang, beberapa sertifikat sawah, rumah di area padepokan yang lahannya sekitar 6 ha. “Ini yang tengah ditelusuri penyidik dari mana uang untuk membeli barang bukti yang disita itu,” lanjut Kombes RP Argo Yuwono.

Untuk menguak uang yang diperoleh dari para pengikutnya, penyidik memeriksa 40 saksi yang nota bene adalah pengikut di Padepokan Dmas Kanjeng. “Memang yang sudah diberi surat panggilan sebagai saksi 70 orang, tapi yang sudah memenuhi panggilan baru 40 orang saksi,” katanya.

Dalam kasus TPPU, kata Kombes Argo-sapaan akrabnya, penyidik sudah menyatakan bahwa status Taat Pribadi sebagai tersangka, setelah penyidik memeriksa para saksi.

Taat berurusan dengan hukum setelah ditangkap petugas gabungan di Padepokan, 22 September 2016. Pimpinan sekaligus pemilik Padepokan Dimas Kanjeng ditangkap karena dituduh sebagai otak pembunuhan dua pengikutnya Ismail Hidayah asal Situbondo dan Abdul Gani, asal Probolinggo.

Tak lama kemudian, Taat ditetapkan lagi sebagai tersangka penipuan dengan modus penggandaan uang. Jumlah yang melapor cukup banyak, di antaraya keluarga almarhum Hj Najmiah dari Makassar dengan kerugian Rp 200 miliar, M Ali dari Kudus, Jateng senilai Rp 35 miiar, Suprayitno asal Jember Rp 830 juta dan Suparman asal Ponorogo Rp 4 miliar. Terakhir Taat Pribadi dijerat kasus TPPU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.